the last night with

Aku masih terngiang pertanyaanmu saat makan malam itu. Kau bertanya dengan bercanda apakah aku siap menjadi pendamping seseorang sepertimu. Aku membayangkan, seandainya kau bertanya dengan lebih serius satu kalimat singkat seperti di film romantis: “will u marry me?” tetapi kau bercanda, dan aku pun menjawabnya tanpa serius.
Dan saat kita di dalam cinema 21. Aku masih mengingat belaian tanganmu di punggung tanganku, menenangkan saat adegan film itu menakutkanku. Dan saat aku menyembunyikan pandanganku di punggungmu. Saat kau tersenyum mengusap rambutku. Dalam hati aku tersenyum, ternyata film horor itu begitu indah.
Aku masih selalu terkenang malam itu. Saat kita di pinggiran pantai, membiarkan angin malam menyeruak masuk lewat jendela mobil yang terbuka. Seharusnya dingin, tapi terasa hangat. Saat kita berbagi mimpi tentang masa depan, impianmu, impianku, tetapi itu bukan impian kita. Terlambat kusadar, impianku terlalu besar sehingga tak ada tempatmu disitu. Dan kau pasti sadar itu.
Seandainya aku tau itu malam terakhir kita bersama. Aku tidak akan mengajakmu buru-buru pulang karena malam yang semakin larut. Menolak permintaanmu tinggal lebih lama lagi. Seandainya aku tahu, aku pasti akan menghabiskan selama mungkin saat itu bersamamu. Tetapi sayangnya, aku tidak pernah tahu.
(Sekarang semua hanya seandainya. Seandainya malam itu, aku mengatakan aku mau bersamamu, bukan hanya malam ini tapi selamanya. Seandainya……….)

Yang Tertinggal

Banyak hari berlalu, peristiwa terlewati dan terlewatkan. Semakin lama seharusnya semakin terbiasa dengan kenyataan. Tetapi selalu ada yang tertinggal, suatu yang tidak akan pernah berubah. Sebuah sisi untuk selamanya.
Dan sisi ini akan terbawa, menjadi monumen sejarah kehidupanku? Sekedar mengingatkan, bahwa pada suatu waktu pernah ada sesuatu yang cukup berarti terjadi di sini.
Dan bangunan itu akan bertambah indah seiring waktu, bertambah berarti dan berharga?
Aku tahu monumen sejarah hanya pengingat, bahwa sesuatu itu sudah berlalu. Benar-benar berakhir dan tidak ada lagi hari ini. Hanya tinggal kenangan yang cukup berharga untuk diingat.
Seperti itulah aku mengadakanmu. Engkau akan selalu tetap ada di sini. Bangunanmu masih tetap berdiri kokoh. Hanya sekedar mengingatkanku bahwa sesuatu yang indah pernah terjadi. Dan itu
pun sudah berlalu. Tetapi kenangannya tidak akan benar-benar pergi.
Something beautiful to remember………

for being beautiful

For attractive lips,

Speak words of kindness.

For lovely eyes,

Seek out the good in people.

For a slim figure,

Share your food with the hungry.

For beautiful hair,

Let a child run his/her fingers through it once a day.

For poise,

Walk with the knowledge that you never walk alone.

People, even more than things,

Have to be restored, renewed, revived, reclaimed,

And redeemed; never throw out anyone.

Remember, if you ever need a helping hand,

You will find one at the end of each of your arms.

As you grow older, you will discover that you have two hands;

One for helping yourself, and the other for helping others.

~Audrey Hepburn

My wonderfull life

2010 almost gone.
just left a few hours with a lot of memories….
many things happened, that change my life completely.
can’t say it easy or hard, but i was so bless to through it…
a lot of day with tears, lonely n sorrow
but, there was always a reason for hope, smile and thankfull
a morning that brings me new hope
the sunhine that keeps me strength
well, i just can sing…
this just a wonderful life

insomnia in october

still insomnia in october… make me feel time goes so slowly and feels this october wll never end. it was raining outside makes the cold night, nice moment for sleep and dream. but my heart still burn… my mind not compromized with my body, to rest and let all flow. just ask my deepest heart, what it want to right now. stil standing here at the intersection or keep moving on, look forward with new directin and new pathway. don’t know, yesterday has left me but tomorow seems won’t to come. and ‘m just right here today. another day in confusion…

Wake me up when Oktober ends….

Oktober yang menakutkan
dengan hujan badai yang turun tak mengenal waktu
dihiasi langit gelap dan sambaran kilat menggelegar
yang selalu membuatku hanya ingin berada di balik selimut hangat di kamarku

Oktober yang basah
bukan sekedar banjir yang menggenangi dan membuat macet jalanan Jakarta
bahkan yang mengambil ratusan nyawa di Wasior….
membuat bumi lebih basah lagi dengan air mata

aku sudah tidak menyukai Oktober
bahkan sebelum ia menjelang tahun ini
dan sepertinya ini akan menjadi hari-hari panjang yang penuh kesedihan
hari yang murung dan terasa begitu lama berlalu

sejak aku tahu mimpi, kenangan dan harapan
semuanya akan pergi dan berakhir di saat ini
berlalu bersama bayangmu selamanya
di Oktober ini

Oktober yang basah, gelap, sepi dan menyedihkan
seperti aku?
Yeah, just like me.

Aku hanya ingin tidur panjang sejenak
dan bangunkan aku ketika Oktober berlalu
ketika mungkin matahari lebih banyak bersinar
atau ketika langit tersenyum cerah
dan mungkin hatiku akan sedikit lebih ceria???

Just, Wake me up when Oktober ends
when everything already passed n the new day has come….

Merpati Putih

Terbanglah merpati putih nan cantik….
Kembangkan sayap-sayap indahmu…
Kepakkan dengan gemulai tapi pasti…
Dan terbanglah…
Menyongsong lembut tiupan angin…
Membumbung tinggi di angkasa raya..
Melintasi langit biru, menembus awan…
Terbanglah kemana kau ingin pergi…
Gapailah semua mimpi, harap dan citamu..
Karena…
Langitlah batasnya!

Dedicated 2 my dear friend ___: Met menggapai cita n’ cintamu! God b with u…alwayz!

catatan dari seorang sahabat terbaikku, saat aku bersiap mengepakkan sayapku ke dunia yang masih asing. terimakasih Ria, really touching…….
I’m on my way, n hope u will be on ur way. We are the strong woman. just believe in ur dreams, make it. I just know u can do it!
And some years more, me will share the journey, the tears, struggle n love….
GBU my dear friend…..

my best friend wedding

Kemarin aku baru memberitahukan sahabat terbaikku, bahwa aku tidak akan hadir di hari pernikahannya. Dengan sangat menyesal aku harus memberitahunya ,beberapa hari sebelum hari itu, saat sahabatku –untuk kesekian kalinya- memintaku untuk berada di sana. Kemarin aku sudah dapat merasakannya. Sahabatku itu mungkin kecewa, dan aku juga. Dalam hatiku ada sesuatu yang terasa perih membayangkan akan kehilangan moment berharga itu.

Hari pernikahan adalah mimpi kami, para sahabat perempuan. Dulu kami membahasnya dengan mata berbinar, membayangkan gaun putih panjang, riasan yang cantik untuk merayakan kisah cinta kami…. Dan kami berjanji akan membagi hari itu bersama. Bahkan kami sudah membicarakan warna untuk seragam di hari itu.

Mimpi-mimpi para perempuan muda. Ditengah keceriaan persahabatan di saat itu.

Tapi waktu berjalan terus. Kami bukan lagi perempuan muda usia kuliahan, yang kemana-mana bisa dan harus selalu bersama. Merasa tidak lengkap bila satu orang tidak ada.

Kami adalah para wanita dewasa yang sedang berjuang menggapai impian kami, di jalan kami masing-masing. Temasuk dengan meninggalkan kota kelahiran kami demi mewujudkan mimpi itu.

Sekarang aku di sini, sendiri, mengejar impianku. Seorang sahabatku ke Papua Barat, telah menikah dan memilih mengabdikan ilmunya di sana. Sahabatku yang lain bersiap menyusul suaminya ke Timika. Dan sahabatku yang memilih tetap di kota kami, yang akan menikah minggu depan.

Seandainya jaraknya bisa tertempuh lebih dekat. Seandainya aku bukan semester pertama di bagian ini, seandainya hari pernikahannya di adalah libur yang panjang, dan masih banyak seandainya yang lain, yang memberiku kesempatan untuk pulang dan berada di sana.

Maafkan….. Aku tau, persahabatan kita jauh lebih berharga dari sekedar jarak dan beban, ataupun harga tiket pesawat. Hari-hari yang kita lewati selama hampir 12 tahun terakhir ini, dengan segala kisahnya adalah episode terbaik dalam hidupku yang masih ingin aku lanjutkan. Saat dimana sahabatku selalu ada untukku.

Tapi maaf, aku tidak bisa ada untukmu saat ini. Sungguh, aku sangat menyesal untuk itu.
Tapi aku tidak bisa menghindar dari kenyataan dan tanggung jawab hari ini. Aku tahu tidak ada alasan yang pantas untuk itu.
Hanya, maaf……..
Aku hanya akan tetap berdoa untukmu. Untuk sahabat terbaikku, yang pasti akan sangat cantik dengan gaun putihnya saat berjalan menuju altar dengan lelaki tercintanya.
Berjalanlah menuju impianmu….
Tuhan bersamamu, sahabatku…..

lost without you

Mampukah aku menyelesaikan apa yang tidak pernah kumulai. Selama ini aku hanya diam dan menunggu tanpa batas waktu. Aku menunggu seseorang menentukan hidupku. Dan saat seseorang itu tidak kembali, aku mulai limbung untuk melakukan apa lagi selanjutnya. Karena aku telah terbiasa hanya menunggumu.

You are my way….
Now, you won’t be my way
So, I don’t know my way.
I’m lost without you.